RMS Titanic ( 1909 - 1913 )
Masih ingatkah anda dengan ucapan tersebut? Ya, itu merupakan salah satu dialog yang diucapkan oleh salah seorang tokoh pemeran film Titanic. Ucapan itu seolah memberi peringatan kepada kita bahwa tiada satupun hal di dunia ini yang abadi. Kekokohan Titanic, ternyata tidaklah mampu melawan kekokohan takdir Tuhan. Titanic tenggelam !!!!
RMS Titanic (Pelayaran Pertama)
RMS Titanic (juga SS Titanic) merupakan kapal kedua dari tiga kapal penumpang super yang bertujuan untuk mengawali perniagaan perjalanan trans-Atlantik. Dimiliki oleh White Star Line dan dibuat di galangan kapal Harland and Wolff, Titanic merupakan kapal uap penumpang terbesar di dunia pada masa peluncurannya.
Pada saat pelayaran pertamanya, Titanic menabrak gunung es pada 23:40 (waktu kapal), Minggu, 14 April 1912, dan tenggelam dua jam empat puluh menit kemudian pada 2:20 pagi hari Senin.
Bencana tersebut mengakibatkan kematian lebih 1.500 orang, menjadikannya sebagai bencana laut terburuk semasa aman dalam sejarah dan sampai kini paling termashyur.
Titanic dilengkapi dengan teknologi paling maju pada masa itu dan orang awam percaya bahwa ia “tidak mungkin tenggelam”
Titanic dilengkapi dengan teknologi paling maju pada masa itu dan orang awam percaya bahwa ia “tidak mungkin tenggelam”. Ia amat mengejutkan bagi orang banyak bahwa walaupun dengan teknologi modern dan awak kapal yang berpengalaman, Titanic masih tenggelam dengan jumlah kematian yang tinggi. Kegairahan media massa mengenai korban terkenal Titanic, legenda mengenai apa yang terjadi di atas kapal, mengakibatkan undang-undang laut diganti, dan penemuan kapal yang pecah pada 1985 oleh pasukan yang diketuai oleh Jean-Louis Michel dan Robert Ballard menjadikan Titanic terkenal pada tahun berikutnya.
Titanic merupakan kapal impian. Impian itu telah menjadi sebuah kenyataan , namun dalam sekejap impian itu sirna terkubur di dalam lautan. Pada pukul 11:40 PM ketika berlayar di selatan Grand Banks di Newfoundland, pengawas Fredrick Fleet dan Reginald Lee melihat bongkahan gunung es yang besar tepat di hadapan kapal. Fleet membunyikan loceng kapal sebanyak tiga kali dan menelepon dek pengawal memberitahu, "Gunung es, tepat di depan!" Opsir I Murdoch mengarahkan kemudi mengejutkan ke sisi kiri dan kecepatan tinggi ke belakang, yang menghentikan dan kemudian mengundurkan mesin kapal. Tabrakan ternyata tidak dapat dielakkan, dan gunung es terapung tersebut bergesek dengan bagian kanan kapal, merenggangkan tekuk badan kapal di beberapa bagian dan melantunkan kimpalan paku di bawah permukaan air sepanjang sekitar 91 m (300 kaki). Pintu kedap air ditutup saat air mulai memasuki lima bagian kedap air pertama, lebih satu daripada apa yang dapat ditanggung Titanic. Berat lima bagian kedap air yang dimasuki air menarik kapal ke bawah melebih ketinggian dinding kedap air, memungkinkan air untuk memasuki bagian lain. Kapten Smith, merasakan getaran hantaman itu, sampai ke dek pemerintah dan memerintahkan berhenti sepenuhnya. Selepas pemeriksaan oleh pegawai kapten dan Thomas Andrews, jelas disadari bahwa Titanic akan tenggelam, dan sejurus selepas tengah malam pada 15 April, perahu penyelamat diperintahkan untuk disediakan dan panggilan keselamatan diantarkan.
Kapal penyelamat pertama dilancarkan, bot 7, diturunkan pada pukul 12:40 AM di sebelah kanan dengan hanya 28 orang di atasnya. Titanic membawa 20 perahu penyelamat dengan kapasitas penuh 1.178 orang. Walaupun tidak mencukupi untuk membawa semua penumpang dan anak kapal, Titanic membawa lebih banyak bot berbanding yang disyaratkan oleh Lembaga Peraturan Britania. Pada masa itu, jumlah perahu penyelamat yang diperlukan ditetapkan menurut ton kasar kapal, bukannya jumlah orang yang dibawanya.
Penumpang kelas pertama dan kedua dengan mudah bisa mencapai perahu penyelamat dengan tangga yang menuju terus ke dek perahu tetapi penumpang kelas ketiga lebih sukar. Banyak mendapat jalur dari bagian bawah kapal sukar dipahami dan menyukarkan mereka untuk sampai ke perahu penyelamat. Lebih buruk lagi, penumpang kelas tiga saat pintu dikunci oleh anak kapal yang menunggu arahan untuk mengizinkan penumpang naik ke geladak.
Titanic melaporkan kedudukannya pada 41° 46′ N, 50° 14′ W. Bangkai kapal dijumpai di 41° 43′ N, 49° 56′ W.
Operator radio nirkabel Jack Phillips dan Harold Bride sibuk mengantar CQD, isyarat darurat sedunia. Beberapa kapal menyahut, termasuk Mount Temple, Frankfurt dan kapal saudara Titanic, Olympic, tetapi semuanya terlalu jauh untuk sampai sebelum Titanic tenggelam. Kapal terdekat adalah RMS Carpathia milik Cunard Line yang sejauh 93 kilometer (58 batu) dan hanya sampai setelah empat jam; terlalu lewat untuk sampai ke Titanic. Satu-satunya daratan yang menerima isyarat kecemasan Titanic adalah stasiun nirkabel di Cape Race, Newfoundland.
Pada mulanya, penumpang enggan meninggalkan Titanic untuk menaiki kapal penyelamat yang kecil karena merasakan Titanic lebih selamat dan tiada tanda apapun sedang berada dalam keadaan bahaya. Ini menyebabkan kebanyakan bot diluncurkan separuh kosong; satu perahu yang mampu membawa 40 orang dilepas dengan hanya 12 orang di atasnya.
"Wanita dan kanak-kanak dahulu" diberi keutamaan untuk menaiki perahu penyelamat, Opsir II Lightoller, yang mengisi bot penyelamat di sebelah kiri, hanya membolehkan lelaki yang diperlukan sebagai pengayuh dan tidak untuk sebab lain walaupun masih terdapat tempat kosong. Opsir I Murdoch, yang mengisi perahu di sebelah kanan, membolehkan lelaki naik sekiranya wanita tidak mencukupi. Saat kapal semakin condong, penumpang mulai cemas dan sebagian perahu dilepas penuh muatan. Pada 2:05 AM, seluruh bagian depan haluan tenggelam di bawah air, dan kecuali dua buah perahu, semua perahu penyelamat lain telah diluncurkan.
Sekitar 2:10 AM, bagian belakang kapal terangkat dari permukaan air menampakkan bilah kipas, dan pada pukul 2:17 permukaan air mencecah geladak perahu. Keadaan semakin hangat saat dua perahu penyelamat terakhir terapung dari geladak, satu terbalik dan satu lagi separuh berisi air. Tidak lama kemudian, cerobong paling depan jatuh, meremukkan sebagian dek pemerintah dan mereka yang terapung dalam air. Di geladak, para penumpang berlari ke arah belakang atau melompat ke laut dangan harapan dapat sampai ke bot penyelamat. Bagian belakang kapal perlahan-lahan terjungkit ke langit, dan barang-barang yang tidak terikat jatuh ke laut. Sewaktu bagian belakang kapal terjungkit, sistem eletrik gagal dan lampu padam. Tidak lama kemudian, ketegangan pada badan kapal mengakibatkan Titanic pecah dua antara dua cerobong terakhir, dan bahagian depan tenggelam sepenuhnya. Bagian belakang terapung di permukaan air seketika dan terjungkit menegak. Selepas beberapa saat, pada pukul 2:20 AM, semuanya tenggelam ke laut.














